<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>WAHAI FATA</title>
	<atom:link href="http://macakal.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://macakal.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Feb 2009 06:36:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='macakal.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>WAHAI FATA</title>
		<link>http://macakal.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://macakal.wordpress.com/osd.xml" title="WAHAI FATA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://macakal.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PARASITISME ISLAM</title>
		<link>http://macakal.wordpress.com/2009/02/07/parasitisme-islam/</link>
		<comments>http://macakal.wordpress.com/2009/02/07/parasitisme-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 06:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seseleket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://macakal.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Kita terkadang bingung ketika melihat fenomena yang banyak terjadi pada sebagian ummat Muslim di dunia yang terkadang ironis. Mereka mengatakan bahwa Islam itu&#8221;Rahmatan lil alamin&#8221; tapi kita sering melihat kejadian dimana muslim yang satu membantai muslim lainnya, lalu kenapa semua ini bisa terjadi? Bila saja kita mau lebih tahu mempelajari Islam ini sebagai agama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=macakal.wordpress.com&amp;blog=6260464&amp;post=26&amp;subd=macakal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita terkadang bingung ketika melihat fenomena yang banyak terjadi pada sebagian ummat Muslim di dunia yang terkadang ironis. Mereka mengatakan bahwa Islam itu&#8221;Rahmatan lil alamin&#8221; tapi kita sering melihat kejadian dimana muslim yang satu membantai muslim lainnya, lalu kenapa semua ini bisa terjadi?  Bila saja kita mau lebih tahu mempelajari Islam ini sebagai agama yang kita anut dan kita yakini bahwa agama ini adalah benar, maka anda pasti akan menemukan jawabannya.Permasalahannya bukanlah sesepele itu hanya karena &#8220;perbedaan&#8221; tapi lebih jauh dari itu yaitu pendustaan pada dasar-dasar agama yang pokok, hingga pada hakikatnya mereka telah keluar dari Islam itu sendir tanpa ia sadari. Berikut ini saya kutip kembali sebuah artikel dari buletin LPPI yang mungkin anda belum tahu, mengapa dan kenapa dengan Syi&#8217;ah. Ini bukanlah pembelaan dan pembenaran bagi kaum Sunni tapi hendaknya kita teliti kembali kebenaran beragama pada diri kita. Syi&#8217;ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait yang pada ujung pangkalnya mereka mengharamkan dan mendustakan syari&#8217;at itu sendiri. Hingga pada akhirnya mereka (Syi&#8217;ah) akan mengkafirkan siapapun orangnya yang tidak masuk golongannya.  Asal-usul Syiah Syiah  Secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan. Sedangkan dalam istilah Syara&#8217;, Syi&#8217;ah adalah suatu aliran yang timbul sejak pemerintahan Utsman bin Affan yang dikomandoi oleh Abdullah bin Saba&#8217;, seorang Yahudi dari Yaman. Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan, lalu Abdullah bin Saba&#8217; mengintrodusir ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamirkan bahwa kepemimpinan (baca: imamah) sesudah Nabi saw sebenarnya ke tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi saw. Namun, menurut Abdullah bin Saba&#8217;, Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut. Keyakinan itu berkembang sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian mereka melarikan diri ke Madain. Aliran Syi&#8217;ah pada abad pertama hijriyah belum merupakan aliran yang solid sebagai trend yang mempunyai berbagai macam keyakinan seperti yang berkembang pada abad ke-2 hijriyah dan abad-abad berikutnya.  Pokok-Pokok Penyimpangan Syiah pada Periode Pertama:  1. Keyakinan bahwa imam sesudah Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi saw. Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib ra.  2. Keyakinan bahwa imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa)  3. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam yang telah wafat akan hidup kembali sebelum hari Kiamat untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dll.  4. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam mengetahui rahasia ghaib, baik yang lalu maupun yang akan datang. Ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan Imam.  5. Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba&#8217; dan akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib karena keyakinan tersebut.  6. Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk 80 kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut  7. Keyakinan mencaci maki para Sahabat atau sebagian Sahabat seperti Utsman bin Affan (lihat Dirasat fil Ahwaa&#8217; wal Firaq wal Bida&#8217; wa Mauqifus Salaf minhaa, Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql hal. 237)  Pada abad ke-2 hijriyah, perkembangan keyakinan Syi&#8217;ah semakin menjadi-jadi sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyyah di Mesir dan dinasti Sofawiyah di Iran. Terakhir aliran tersebut terangkat kembali dengan revolusi Khomaini dan dijadikan sebagai aliran resmi negara Iran sejak 1979.  Pokok-Pokok Penyimpangan Syi&#8217;ah Secara Umum:  1. Pada Rukun Iman: Syiah hanya memiliki 5 rukun iman, tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat, Rasul dan Qadha dan Qadar- yaitu:1. Tauhid (keesaan Allah), 2. Al-&#8217;Adl (keadilan Allah) 3. Nubuwwah (kenabian), 4. Imamah (kepemimpinan Imam), 5.Ma&#8217;ad (hari kebangkitan dan pembalasan). (Lihat &#8216;Aqa&#8217;idul Imamiyah oleh Muhammad Ridha Mudhoffar dll)  2. Pada Rukum Islam:  Syiah tidak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu: 1.Shalat, 2.Zakat, 3.Puasa, 4.Haji, 5.Wilayah (perwalian) (lihat Al-Khafie juz II hal 18)  3. Syi&#8217;ah meyakini bahwa Al-Qur&#8217;an sekarang ini telah dirubah, ditambahi atau dikurangi dari yang seharusnya, seperti: &#8220;wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna &#8216;ala &#8216;abdina FII &#8216;ALIYYIN fa`tu bi shuratim mim mitslih &#8220;(Al-Kafie, Kitabul Hujjah: I/417) Ada tambahan fii &#8216;Aliyyin dari teks asli Al-Qur&#8217;an yang berbunyi:&#8221; wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna &#8216;ala &#8216;abdina fa`tu bi shuratim mim mitslih&#8221; (Al-Baqarah:23)  Karena itu mereka meyakini bahwa: Abu Abdillah a.s (imam Syiah) berkata: Al-Qur&#8217;an yang dibawa oleh Jibril a.s kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634). Al-Qur&#8217;an mereka yang berjumlah 17.000 ayat itu disebut Mushaf Fatimah (lihat kitab Syi&#8217;ah Al-Kafi fil Ushul juz I hal 240-241 dan Fashlul Khithab karangan An-Nuri Ath-Thibrisy)  4. Syi&#8217;ah meyakini bahwa para Sahabat sepeninggal Nabi saw, mereka murtad, kecuali beberapa orang saja, seperti: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifary dan Salman Al-Farisy (Ar Raudhah minal Kafi juz VIII hal.245, Al-Ushul minal Kafi juz II hal 244)  5. Syi&#8217;ah menggunakan senjata taqiyyah yaitu berbohong, dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya, untuk mengelabui (Al Kafi fil Ushul Juz II hal.217)  6. Syi&#8217;ah percaya kepada Ar-Raj&#8217;ah yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum Qiamat dikala imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.  7. Syi&#8217;ah percaya kepada Al-Bada&#8217;, yakni tampak bagi Allah dalam hal keimaman Ismail (yang telah dinobatkan keimamannya oleh ayahnya, Ja&#8217;far As-Shadiq, tetapi kemudian meninggal disaat ayahnya masih hidup) yang tadinya tidak tampak. Jadi bagi mereka, Allah boleh khilaf, tetapi Imam mereka tetap maksum (terjaga).  8. Syiah membolehkan nikah mut&#8217;ah, yaitu nikah kontrak dengan jangka waktu tertentu (lihat Tafsir Minhajus Shadiqin Juz II hal.493).  Padahal hal itu telah diharamkan oleh Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri. Nikah Mut&#8217;ah Nikah mut&#8217;ah ialah perkawinan antara seorang lelaki dan wanita dengan maskawin tertentu untuk jangka waktu terbatas yang berakhir dengan habisnya masa tersebut, dimana suami tidak berkewajiban memberikan nafkah, dan tempat tinggal kepada istri, serta tidak menimbulkan pewarisan antara keduanya.  Ada 6 perbedaan prinsip antara nikah mut&#8217;ah dan nikah sunni (syar&#8217;i):</p>
<p>1. Nikah mut&#8217;ah dibatasi oleh waktu, nikah sunni tidak dibatasi oleh waktu.</p>
<p>2. Nikah mut&#8217;ah berakhir dengan habisnya waktu yang ditentukan dalam akad atau fasakh, sedangkan nikah sunni berakhir dengan talaq atau meninggal dunia</p>
<p>3. Nikah mut&#8217;ah tidak berakibat saling mewarisi antara suami istri, nikah sunni menimbulkan pewarisan antara keduanya.</p>
<p>4. Nikah mut&#8217;ah tidak membatasi jumlah istri, nikah sunni dibatasi dengan jumlah istri hingga maksimal 4 orang.</p>
<p>5. Nikah mut&#8217;ah dapat dilaksanakan tanpa wali dan saksi, nikah sunni harus dilaksanakan dengan wali dan saksi.</p>
<p>6. Nikah mut&#8217;ah tidak mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, nikah sunni mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri.  Dalil-Dali Haramnya Nikah Mut&#8217;ah Haramnya nikah mut&#8217;ah berlandaskan dalil-dalil hadits Nabi saw juga pendapat para ulama dari 4 madzhab. Dalil dari hadits Nabi saw yang diwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa dari Sabrah bin Ma&#8217;bad Al-Juhaini, ia berkata: Kami bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: Ada selimut seperti selimut. Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rasulullah saw sedang berpidato diantara pintu Ka&#8217;bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda, Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut&#8217;ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara nikah mut&#8217;ah, haruslah ia menceraikannya, dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah azza wa jalla telah mengharamkan nikah mut&#8217;ah sampai Hari Kiamat (Shahih Muslim II/1024)</p>
<p>Dalil hadits lainnya: Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata kepada Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad saw melarang nikah mut&#8217;ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar (Fathul Bari IX/71) Pendapat Para Ulama Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas, para ulama berpendapat sebagai berikut:  &#8211; Dari Madzhab Hanafi, Imam Syamsuddin Al-Sarkhasi (wafat 490 H) dalam kitabnya Al-Mabsuth (V/152) mengatakan: Nikah mut&#8217;ah ini bathil menurut madzhab kami. Demikian pula Imam Ala Al Din Al-Kasani (wafat 587 H) dalam kitabnya Bada&#8217;i Al-Sana&#8217;i fi Tartib Al-Syara&#8217;i (II/272) mengatakan, Tidak boleh nikah yang bersifat sementara, yaitu nikah mut&#8217;ah  &#8211; Dari Madzhab Maliki, Imam Ibnu Rusyd (wafat 595 H) dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid (IV/325 s.d 334) mengatakan, hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut&#8217;ah mencapai peringkat mutawatir Sementara itu Imam Malik bin Anas (wafat 179 H) dalam kitabnya Al-Mudawanah Al-Kubra (II/130) mengatakan, Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu, maka nikahnya batil.  &#8211; Dari Madzhab Syafi&#8217;, Imam Syafi&#8217;i (wafat 204 H) dalam kitabnya Al-Umm (V/85) mengatakan, Nikah mut&#8217;ah yang dilarang itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti ucapan seorang lelaki kepada seorang perempuan, aku nikahi kamu selama satu hari, sepuluh hari atau satu bulan. Sementara itu Imam Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya Al-Majmu&#8217; (XVII/356) mengatakan, Nikah mut&#8217;ah tidak diperbolehkan, karena pernikahan itu pada dasarnya adalah suatu aqad yang bersifat mutlaq, maka tidak sah apabila dibatasi dengan waktu.  &#8211; Dari Madzhab Hambali, Imam Ibnu Qudamah (wafat 620 H) dalam kitabnya Al-Mughni (X/46) mengatakan, Nikah Mut&#8217;ah ini adalah nikah yang bathil. Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad bin Hambal (wafat 242 H) yang menegaskan bahwa nikah mut&#8217;ah adalah haram. Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan Syi&#8217;ah. Kami ingatkan kepada kaum muslimin agar waspada terhadap ajakan para propagandis Syi&#8217;ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait, sementara pada hakikatnya Ahlul Bait berlepas diri dari mereka, itulah manipulasi mereka. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang lurus berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih. Lebih lanjut bagi yang ingin tahu lebih banyak, silakan membaca buku kami Mengapa Kita Menolah Syi&#8217;ah.  Rujukan:</p>
<p>1. Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Dirasat fil ahwa wal firaq wal Bida&#8217; wa Mauqifus Salaf minha</p>
<p>2. Drs. KH Dawam Anwar dkk, Mengapa Kita menolak Syi&#8217;ah</p>
<p>3. H. Hartono Ahmad Jaiz, Di bawah Bayang-bayang Soekarno-Soeharto</p>
<p>4. Abdullah bin Sa&#8217;id Al-Junaid, Perbandingan antara Sunnah dan Syi&#8217;ah.</p>
<p>5. Dan lain-lain, kitab-kitab karangan orang Syi&#8217;ah.</p>
<p>Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/macakal.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/macakal.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/macakal.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/macakal.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/macakal.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/macakal.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/macakal.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/macakal.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/macakal.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/macakal.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/macakal.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/macakal.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/macakal.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/macakal.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=macakal.wordpress.com&amp;blog=6260464&amp;post=26&amp;subd=macakal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://macakal.wordpress.com/2009/02/07/parasitisme-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55c42e3f6e6aa598c6554d2e0e7f05a8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ibrahim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIAPA SYI&#8217;AH</title>
		<link>http://macakal.wordpress.com/2009/02/05/siapa-syiah/</link>
		<comments>http://macakal.wordpress.com/2009/02/05/siapa-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 10:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seseleket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://macakal.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kita terkadang bingung ketika melihat fenomena yang banyak terjadi pada sebagian ummat Muslim di dunia yang terkadang ironis. Mereka mengatakan bahwa Islam itu&#8221;Rahmatan lil alamin&#8221; tapi kita sering melihat kejadian dimana muslim yang satu membantai muslim lainnya, lalu kenapa semua ini bisa terjadi? Bila saja kita mau lebih tahu mempelajari Islam ini sebagai agama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=macakal.wordpress.com&amp;blog=6260464&amp;post=10&amp;subd=macakal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita terkadang bingung ketika melihat fenomena yang banyak terjadi pada sebagian ummat Muslim di dunia yang terkadang ironis. Mereka mengatakan bahwa Islam itu&#8221;Rahmatan lil alamin&#8221; tapi kita sering melihat kejadian dimana muslim yang satu membantai muslim lainnya, lalu kenapa semua ini bisa terjadi?</p>
<p>Bila saja kita mau lebih tahu mempelajari Islam ini sebagai agama yang kita anut dan kita yakini bahwa agama ini adalah benar, maka anda pasti akan menemukan jawabannya. Permasalahannya bukanlah sesepele itu hanya karena &#8220;perbedaan&#8221; tapi lebih jauh dari itu yaitu pendustaan pada dasar-dasar agama yang pokok, hingga pada hakikatnya mereka telah keluar dari Islam itu sendir tanpa ia sadari.</p>
<p>Berikut ini saya kutip kembali sebuah artikel dari buletin LPPI yang mungkin anda belum tahu, mengapa dan kenapa dengan Syi&#8217;ah. Ini bukanlah pembelaan dan pembenaran bagi kaum Sunni tapi hendaknya kita teliti kembali kebenaran beragama pada diri kita. <span class="smalltype">Syi&#8217;ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait yang pada ujung pangkalnya mereka mengharamkan dan mendustakan syari&#8217;at itu sendiri. Hingga pada akhirnya mereka (Syi&#8217;ah) akan mengkafirkan siapapun orangnya yang tidak masuk golongannya.<br />
</span></p>
<p>Asal-usul Syiah<br />
Syiah secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan. Sedangkan dalam istilah Syara&#8217;, Syi&#8217;ah adalah suatu aliran yang timbul sejak pemerintahan Utsman bin Affan yang dikomandoi oleh Abdullah bin Saba&#8217;, seorang Yahudi dari Yaman. Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan, lalu Abdullah bin Saba&#8217; mengintrodusir ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamirkan bahwa kepemimpinan (baca: imamah) sesudah Nabi saw sebenarnya ke tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi saw. Namun, menurut Abdullah bin Saba&#8217;, Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut.</p>
<p>Keyakinan itu berkembang sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian mereka melarikan diri ke Madain.</p>
<p>Aliran Syi&#8217;ah pada abad pertama hijriyah belum merupakan aliran yang solid sebagai trend yang mempunyai berbagai macam keyakinan seperti yang berkembang pada abad ke-2 hijriyah dan abad-abad berikutnya.</p>
<p>Pokok-Pokok Penyimpangan Syiah pada Periode Pertama:<br />
1. Keyakinan bahwa imam sesudah Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi saw. Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib ra.</p>
<p>2. Keyakinan bahwa imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa)</p>
<p>3. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam yang telah wafat akan hidup kembali sebelum hari Kiamat untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dll.</p>
<p>4. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam mengetahui rahasia ghaib, baik yang lalu maupun yang akan datang. Ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan Imam.</p>
<p>5. Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba&#8217; dan akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib karena keyakinan tersebut.</p>
<p>6. Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk 80 kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut</p>
<p>7. Keyakinan mencaci maki para Sahabat atau sebagian Sahabat seperti Utsman bin Affan (lihat Dirasat fil Ahwaa&#8217; wal Firaq wal Bida&#8217; wa Mauqifus Salaf minhaa, Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql hal. 237)</p>
<p>Pada abad ke-2 hijriyah, perkembangan keyakinan Syi&#8217;ah semakin menjadi-jadi sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyyah di Mesir dan dinasti Sofawiyah di Iran. Terakhir aliran tersebut terangkat kembali dengan revolusi Khomaini dan dijadikan sebagai aliran resmi negara Iran sejak 1979.</p>
<p>Pokok-Pokok Penyimpangan Syi&#8217;ah Secara Umum:<br />
1. Pada Rukun Iman:<br />
Syiah hanya memiliki 5 rukun iman, tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat, Rasul dan Qadha dan Qadar- yaitu: 1. Tauhid (keesaan Allah), 2. Al-&#8217;Adl (keadilan Allah) 3. Nubuwwah (kenabian), 4. Imamah (kepemimpinan Imam), 5.Ma&#8217;ad (hari kebangkitan dan pembalasan). (Lihat &#8216;Aqa&#8217;idul Imamiyah oleh Muhammad Ridha Mudhoffar dll)</p>
<p>2. Pada Rukum Islam:<br />
Syiah tidak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu: 1.Shalat, 2.Zakat, 3.Puasa, 4.Haji, 5.Wilayah (perwalian) (lihat Al-Khafie juz II hal 18)</p>
<p>3. Syi&#8217;ah meyakini bahwa Al-Qur&#8217;an sekarang ini telah dirubah, ditambahi atau dikurangi dari yang seharusnya, seperti:<br />
wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna &#8216;ala &#8216;abdina FII &#8216;ALIYYIN fa`tu bi shuratim mim mits lih (Al-Kafie, Kitabul Hujjah: I/417)<br />
Ada tambahan fii &#8216;Aliyyin dari teks asli Al-Qur&#8217;an yang berbunyi:<br />
wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna &#8216;ala &#8216;abdina fa`tu bi shuratim mim mits lih (Al-Baqarah:23)</p>
<p>Karena itu mereka meyakini bahwa: Abu Abdillah a.s (imam Syiah) berkata: Al-Qur&#8217;an yang dibawa oleh Jibril a.s kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634). Al-Qur&#8217;an mereka yang berjumlah 17.000 ayat itu disebut Mushaf Fatimah (lihat kitab Syi&#8217;ah Al-Kafi fil Ushul juz I hal 240-241 dan Fashlul Khithab karangan An-Nuri Ath-Thibrisy)</p>
<p>4. Syi&#8217;ah meyakini bahwa para Sahabat sepeninggal Nabi saw, mereka murtad, kecuali beberapa orang saja, seperti: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifary dan Salman Al-Farisy (Ar Raudhah minal Kafi juz VIII hal.245, Al-Ushul minal Kafi juz II hal 244)</p>
<p>5. Syi&#8217;ah menggunakan senjata taqiyyah yaitu berbohong, dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya, untuk mengelabui (Al Kafi fil Ushul Juz II hal.217)</p>
<p>6. Syi&#8217;ah percaya kepada Ar-Raj&#8217;ah yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum Qiamat dikala imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.</p>
<p>7. Syi&#8217;ah percaya kepada Al-Bada&#8217;, yakni tampak bagi Allah dalam hal keimaman Ismail (yang telah dinobatkan keimamannya oleh ayahnya, Ja&#8217;far As-Shadiq, tetapi kemudian meninggal disaat ayahnya masih hidup) yang tadinya tidak tampak. Jadi bagi mereka, Allah boleh khilaf, tetapi Imam mereka tetap maksum (terjaga).</p>
<p>8. Syiah membolehkan nikah mut&#8217;ah, yaitu nikah kontrak dengan jangka waktu tertentu (lihat Tafsir Minhajus Shadiqin Juz II hal.493). Padahal hal itu telah diharamkan oleh Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri.</p>
<p>Nikah Mut&#8217;ah<br />
Nikah mut&#8217;ah ialah perkawinan antara seorang lelaki dan wanita dengan maskawin tertentu untuk jangka waktu terbatas yang berakhir dengan habisnya masa tersebut, dimana suami tidak berkewajiban memberikan nafkah, dan tempat tinggal kepada istri, serta tidak menimbulkan pewarisan antara keduanya.</p>
<p>Ada 6 perbedaan prinsip antara nikah mut&#8217;ah dan nikah sunni (syar&#8217;i):<br />
1. Nikah mut&#8217;ah dibatasi oleh waktu, nikah sunni tidak dibatasi oleh waktu.<br />
2. Nikah mut&#8217;ah berakhir dengan habisnya waktu yang ditentukan dalam akad atau fasakh, sedangkan nikah sunni berakhir dengan talaq atau meninggal dunia<br />
3. Nikah mut&#8217;ah tidak berakibat saling mewarisi antara suami istri, nikah sunni menimbulkan pewarisan antara keduanya.<br />
4. Nikah mut&#8217;ah tidak membatasi jumlah istri, nikah sunni dibatasi dengan jumlah istri hingga maksimal 4 orang.<br />
5. Nikah mut&#8217;ah dapat dilaksanakan tanpa wali dan saksi, nikah sunni harus dilaksanakan dengan wali dan saksi.<br />
6. Nikah mut&#8217;ah tidak mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, nikah sunni mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri.</p>
<p>Dalil-Dali Haramnya Nikah Mut&#8217;ah<br />
Haramnya nikah mut&#8217;ah berlandaskan dalil-dalil hadits Nabi saw juga pendapat para ulama dari 4 madzhab.</p>
<p>Dalil dari hadits Nabi saw yang diwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa dari Sabrah bin Ma&#8217;bad Al-Juhaini, ia berkata: Kami bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: Ada selimut seperti selimut. Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rasulullah saw sedang berpidato diantara pintu Ka&#8217;bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda, Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut&#8217;ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara nikah mut&#8217;ah, haruslah ia menceraikannya, dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah azza wa jalla telah mengharamkan nikah mut&#8217;ah sampai Hari Kiamat (Shahih Muslim II/1024)</p>
<p>Dalil hadits lainnya: Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata kepada Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad saw melarang nikah mut&#8217;ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar (Fathul Bari IX/71)</p>
<p>Pendapat Para Ulama<br />
Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas, para ulama berpendapat sebagai berikut:</p>
<p>- Dari Madzhab Hanafi, Imam Syamsuddin Al-Sarkhasi (wafat 490 H) dalam kitabnya Al-Mabsuth (V/152) mengatakan: Nikah mut&#8217;ah ini bathil menurut madzhab kami. Demikian pula Imam Ala Al Din Al-Kasani (wafat 587 H) dalam kitabnya Bada&#8217;i Al-Sana&#8217;i fi Tartib Al-Syara&#8217;i (II/272) mengatakan, Tidak boleh nikah yang bersifat sementara, yaitu nikah mut&#8217;ah</p>
<p>- Dari Madzhab Maliki, Imam Ibnu Rusyd (wafat 595 H) dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid (IV/325 s.d 334) mengatakan, hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut&#8217;ah mencapai peringkat mutawatir Sementara itu Imam Malik bin Anas (wafat 179 H) dalam kitabnya Al-Mudawanah Al-Kubra (II/130) mengatakan, Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu, maka nikahnya batil.</p>
<p>- Dari Madzhab Syafi&#8217;, Imam Syafi&#8217;i (wafat 204 H) dalam kitabnya Al-Umm (V/85) mengatakan, Nikah mut&#8217;ah yang dilarang itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti ucapan seorang lelaki kepada seorang perempuan, aku nikahi kamu selama satu hari, sepuluh hari atau satu bulan. Sementara itu Imam Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya Al-Majmu&#8217; (XVII/356) mengatakan, Nikah mut&#8217;ah tidak diperbolehkan, karena pernikahan itu pada dasarnya adalah suatu aqad yang bersifat mutlaq, maka tidak sah apabila dibatasi dengan waktu.</p>
<p>- Dari Madzhab Hambali, Imam Ibnu Qudamah (wafat 620 H) dalam kitabnya Al-Mughni (X/46) mengatakan, Nikah Mut&#8217;ah ini adalah nikah yang bathil. Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad bin Hambal (wafat 242 H) yang menegaskan bahwa nikah mut&#8217;ah adalah haram.</p>
<p>Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan Syi&#8217;ah. Kami ingatkan kepada kaum muslimin agar waspada terhadap ajakan para propagandis Syi&#8217;ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait, sementara pada hakikatnya Ahlul Bait berlepas diri dari mereka, itulah manipulasi mereka. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang lurus berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih. Lebih lanjut bagi yang ingin tahu lebih banyak, silakan membaca buku kami Mengapa Kita Menolah Syi&#8217;ah.</p>
<p>Rujukan:<br />
1. Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Dirasat fil ahwa wal firaq wal Bida&#8217; wa Mauqifus Salaf minha<br />
2. Drs. KH Dawam Anwar dkk, Mengapa Kita menolak Syi&#8217;ah<br />
3. H. Hartono Ahmad Jaiz, Di bawah Bayang-bayang Soekarno-Soeharto<br />
4. Abdullah bin Sa&#8217;id Al-Junaid, Perbandingan antara Sunnah dan Syi&#8217;ah.<br />
5. Dan lain-lain, kitab-kitab karangan orang Syi&#8217;ah.</p>
<p>Sumber: Buletin LPPI.<br />
Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/macakal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/macakal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/macakal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/macakal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/macakal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/macakal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/macakal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/macakal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/macakal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/macakal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/macakal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/macakal.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/macakal.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/macakal.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=macakal.wordpress.com&amp;blog=6260464&amp;post=10&amp;subd=macakal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://macakal.wordpress.com/2009/02/05/siapa-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55c42e3f6e6aa598c6554d2e0e7f05a8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ibrahim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Qur&#8217;an ini Bukanlah kitab Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://macakal.wordpress.com/2009/01/22/kabar/</link>
		<comments>http://macakal.wordpress.com/2009/01/22/kabar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 09:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seseleket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://macakal.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Syi'ah hendak membatalkan Al Qur'an dengan mendustakan para sahabat yang membawanya....<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=macakal.wordpress.com&amp;blog=6260464&amp;post=4&amp;subd=macakal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><span class="smalltype">Orang syiah sering kali menyebarkan syubahat-syubahat kepada orang umum, untuk menyebarkan ajaran yang sesat ini di tengah masyarakat sunni. Di antara syubhat itu adalah mereka mengatakan Alquran mereka tidak ada bedanya dengan Al Quran sunni, hanya saja perbedaan kertas dan keindahan tulisan. Mereka mengatakan demikian sebagai usaha mendekatan antara sunni dangan Syi`ah. Ketahuilah Sunni dengan Syi`ah tidak akan pernah bersatu. Bagaimana mungkin akan bergabung orang yang mengagungi para sahabat dengan orang yang menghina dan mengkafirkan sahabat, terutama Abu Bakar dan Umar, semoga Allah meridhoi para sehabat semua.<br />
tulisan ini hanya sedikit mengupas syubahat itu. Semoga tulisan ini bermanfaat. </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="tengahtop"></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>Apakah Benar Al Quran Syi`ah itu Sama dengan Al Quran Sunni????</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Bislamillahirrahmanirrahim.</p>
<p>Sesungguhnya apa yang didakwakan sebagian orang bahwa Al Quran Syi`ah sama seperti Al Quran sunni, bertentangan dengan apa yang telah ditulis dan ditetapkan oleh ulama syi`ah dalam kitab-kitab mereka. Sebagai buktinya adalah kitab : Fashlu Al khithab fi tahriifi kitab rabbil arbaab karangan Husain An Nuuri At Tibrisi. Dan dalam buku ini membuktikan dari kitab-kitab mereka bahwa Al Quran yang ada sekarang ini telah diubah, dinukil dari jumlah yang besar dari riwayat-riwayat mereka yang mencela Al Quran, ia berkata : Riwayat itu telah dikumpulkan dari buku-buku yang terpercaya yang dijadikan rujukan bagi pemeluk (ajaran ini). (fashlul khitab lembaran 117).<br />
Dan ia berkata di halaman yang lain : Dan ketahuilah bahwasanya riwayat-riwayat itu dinukil dari kitab-kitab yang terpercaya yang dijadikan sebagai rujukan oleh pengikut kita dalam menentukan hukum syara` dan hadits nabi. (fashlul khitab lembaran 126).</p>
<p>Dalam buku ini juga anda akan mendapatkan surat yang didakwakan oleh kaum Syi`ah, surat yang telah dihapus dari Al Quran yaitu surat wilayah.<br />
Coba anda lihat juga di kitab Al Kafi, yang pengarangnya mengatakan ia konsisten mengeluarkan hadits yang shahih saja (menurutnya). Sebagai contoh lihatlah dalam nomor-nomor berikut ini :<br />
Kitab AL Kafi 1/413 dan setelahnya. Lihat pada nomor-nomor berikut ini : 8, 23, 25, 26, 27, 28, 31, 32, 45, 47, 58, 59, 60, 64.<br />
Lihat di jilid dua (2/619) dari buku yang sama (Al Kafi) bab Al Quran akan diangkat sebagaimana diturunkan, no 2. dan bab An Nawadir (hal-hal yang asing), hal 627 dan setelahnya dengan nomor-nomor : 2, 3, 4, 16, 23, 28, .</p>
<p>Riwayat ini semua di dalam kitab Al Kafi terang-terangan dalam mencela kitab Allah, dan tidak bisa ditafsirkan bahwa itu adalah dari segi atau bagian dari qiraat atau tafsir.<br />
Untuk memperkuat perkataan ini, saya akan mencantumkan beberapa perkataan ulama mereka yang diakui terpercaya :</p>
<p>Berkata al Majlisi pengarang kitab Biharul Anwar : Menurut saya, sesungguhnya kabar-kabar (riwayat-riwayat) dalam bab ini (keyakinan bahwa Alquran dirubah), adalah kabar (riwayat) mutawatir makna, dan membuang seluruh riwayat itu mengharuskan untuk tidak mengakui dan mempercayai kabar itu, bahkan perkiraan saya sesungguhnya riwayat-riwayat itu pada masalah ini tidak hanya sebatas riwayat-riwayat para imam. (miraatul `Uqul 2/536).</p>
<p>Berkata syeikh syi`ah Al Mufiid : Sesungguhnya riwayat-riwayat itu sungguh telah datang secara masyhur dan banyak dari para imam huda dari keluarga Muhammad -shallallahu `alaihi wa sallam- dengan (menerangkan) perbedaan Al Quran , dan apa yang telah dilakukakannya oleh sebagian orang-orang yang zholim dari menghapus dan mengurangi. (buku Awail al maqaalaat oleh AL Mufiid, hal : 98).</p>
<p>Berkata At Thibrisi tentang riwayat-riwayat mereka dalam mencela Al Quran : Dan riwayat-riwayat itu banyak sekali, sehingga berkata Saiyid Ni`matullah al Jazairi di sebagian karangan-karangannya, sebagaimana diriwayatkan darinya, bahwa riwayat-riwayat yang menunjukkan terhadap hal itu (alQuran dirubah) melebihi dari dua ribu hadits. ( buku Fashlul Khithab oleh At Thibrisi lembaran125.</p>
<p>Dan berkata Muhammad Sholeh Al Mazindaraani (wafat 1081 H), : … membuang sebagian Al Quran dan merubahnya adalah hal yang telah tetap dari jalan (sanad) kami dengan riwayat mutawatir makna, sebagaimana tampak jelas bagi siapa yang memperhatikan dalam buku-buku hadits dari awal sampai akhir (Muhammad Al Mazindaraani : Syarh Jami` Al Kafi : 11/76).</p>
<p>Berkata Ni`matullah Al Jazairi : Sesungguhnya perkataan bahwa Al Quran terjaga dan terpelihara, akan mengakibatkan kepada pembuangan riwayat-riwayat yang masyhur dan banyak, bahkan mutawatir yang mengindikasikan dengan jelas dan terang atas terjadinya perubahan pada Al Quran… sedangkan pengikut-pengikut kita telah sepakat atas keabsahannya dan mempercayainya. (kitab AL Nawar An Ni`maniayah : 2/358-358).</p>
<p>At Thibrisi memandang sesungguhnya tidaklah pantas bagi mereka untuk melihat dan meneliti sanad-sanadnya disebabkan kemutawatirannya dari jalan-jalan (sanad-sanad) mereka, ia berkata : Sesungguhnya meneliti sanad pada riwayat-riwayat yang banyak itu mengakibatkan kepada penutupan pintu menghukum mutawatir maknawi di riwayat itu, bahkan hal itu seperti waswas yang pantas untuk berlindung darinya. (fashlul Khitab, lebaran 124.)</p>
<p>Bagi siapa yang ingin mengetahuinya dengan yakin lihatlah pada buku-buku tersebut di atas, dan kitab hadits mereka yaitu Al Kafi, sebagai contoh :<br />
Al Kulaini meriwayatkan dalam kitab Al Kafi dari Hisyam bin Salim dari Abi Abdillah alaihi salam : Sesungguhnya Al Quran yang dibawa Jibril `Alaihi salam kepada Muhammad -shallallahu `alaihi wa sallam- tujuh belas ribu ayat. ( Ushul Kafi, kitab Fadhlul Al Quran, bab An Nawadir 2/134).<br />
Perlu diketahui ayat Al Quran -sebagaimana yang diketahui- lebih sedikit dari enam ribu ayat.<br />
Keterangan seperti ini banyak sekali dalam buku-buku syi`ah yang asli. Keyakinan ini sangatlah berbahaya. Sebab umat nabi Muhammad telah sepakat terhadap penjagaan Allah terhadap kitab-Nya yang agung, dan bahwasanya Al Quran tidak akan didatangi oleh kebatilan dari hadapannya dan tidak juga dari belakangnya, (karena) diturunkan dari Yang Maha Bijaksana dan Maha terpuji. Al Quran adalah Hujjah Allah yang kekal dan mu`jizat nabi-Nya yang paling besar. Sungguh Allah telah menjamin untuk menjaganya, Allah berfirman :<br />
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. 15:9)<br />
Maka barangsiapa yang berusaha menyentuhnya dan mencela kesuciannya maka sesungguhnya ia jauh dari agama islam, walaupun menamakan diri dengan islam, maka wajiblah membuka kedoknya agar umat ini mengetahui permusuhan dan kejahatannya, karena ia telah memerangi agama Islam pada dasar pokoknya yang agung dan tonggaknya yang kuat.</p>
<p>Sesungguhnya dakwaan bahwa perobahan al Quran itu merupakan usaha yang terakhir dari musuh-musuh kaum muslimin, yang bertujuan mencela dan melumpuhkan agama mereka dan Al quran mereka, hal itu disebabkan mereka tidak mampu untuk mengotak atik Al Quran karena hal itu diluar dari kemampuan mereka, maka mereka mengarahkan bidikan anak panah mereka kepada dakwaan bohong dan dusta, yaitu dakwaan bahwa di Al quran telah terjadi pengurangan dan perubahan.</p>
<p>Jadi orang yang meyakini hal seperti itu, tanpa disadarinya ia tidak beriman kepada firman Allah dan tidak beriman kepada Allah atas jaminan Allah untuk menjaga Al Quran ini.</p>
<p>Maka hati-hatilah saudara-saudara yang tertipu, yang terlanjur mengagumi mazhab yang sesat ini, tapi tidak menerima adanya perubahan dalam Al Quran, dan mempunyai keimanan kepada Allah dan kepada jaminan Allah untuk menjaga Al Quran ini dari perubahan, tinggalkanlah mazhab itu, karena akidahnya bisa membawa anda untuk mengkufuri Al Quran dan kemudian kufur kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka betaubatlah sebelum pintu taubat tertutup.</p>
<p>Sebenarnya orang yang mengatakan Al Quran Syi`ah tidak ada bedanya dengan Al Quran Sunni, dakwaan dan perkataan ini adalah usaha untuk mendekatkan antara syi`ah dan sunni. Akan tetapi bagi siapa yang mengtahui hakikat ajaran syi`ah, maka ia akan mengetahui bahwa usaha itu tidak mungkin, kecuali salah satunya harus meninggalkan akidahnya dan pindah ke akidah yang lain. Sebab Al Qurannya saja sudah berbeda apalagi yang lain. Maka janganlah kita terpikau oleh rayuan syi`ah yang mengakatakan kita harus bersatu dan harus bersaudara, karena kita tidak akan bisa bersatu dengan mereka bagaikan air dengan minyak.<br />
Wassalamu`alaikum warahmatullah bawarakatuh.</p></div>
<div>Dikutip dari <a href="http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=77" target="_blank">http://www.perpustakaan-islam.com</a></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/macakal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/macakal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/macakal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/macakal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/macakal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/macakal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/macakal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/macakal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/macakal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/macakal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/macakal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/macakal.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/macakal.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/macakal.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=macakal.wordpress.com&amp;blog=6260464&amp;post=4&amp;subd=macakal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://macakal.wordpress.com/2009/01/22/kabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55c42e3f6e6aa598c6554d2e0e7f05a8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ibrahim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
